Assalamu'alaikum,wr,wb..
Hy Readerrs..
apa kabar??
Hopefully fine >.<
Hmmm.. hari ini, Kamis, 15 Desember 2011,
seperti biasa,, bangun pagi, mandi ke kampus..
Lho, kok g sholat shubuh??
Taulah, cewek, lg izin dulu :D
Hari ini cuma ada 2 mata kuliah, MPKT sma MPKI (B.Ing).
MPKT hari ini adalah nonton bareng teman di kelas. Film.a adalah film pendek yang menjadi project akhir MPKT.. Film.a berkesan dh. >.<
Setelah MPKT, tentu saja MPKI. dan ini yang akan titi share dengan readers semuanya..
Beberapa bulan yg lalu,, titi telah menjalani apa yang namanya "UTS", dan beberapa minggu semenjak UTS, dosennya g pernah lagi nyinggung tentang UTS itu, jadi, secara g langsung, bayangan nilai UTS telah hilang dari otak titi (mahasiswa payah^^). Nah, tadi nihh, selesai presentasi kelompok, dosennya ngingatin ttg UTS. "deg..deg...deg.." Jantung titi berdegup kencang, sepertinya ada yang bakalan g beres deh di beberapa menit kedepan nih. Namun, titi berusaha untuk menghilangkan perasaan negatif itu dari benak titi. Titi udah yakin kalo titi bisa lulus walaupun dengan nilai pas2an.
Satu per satu siswa sudah dibacakan namanya oleh sang dosen tercinta untuk melihat nilai mereka (awalnya sih mau dibacakan di depan kelas, tapi g jd, soalnya kita sekelas kompakan agar nilainya jadi aib pribadi saja :D). Sekitar 10 menit menunggu, namanya titi dibaca juga. Titi maju dengan senyum yang mengembang. Setelah sampai di meja sang dosen tercinta, titi langsung lihat nilai UTS.a (g sabaran nih :D) dan hasilnya,, sangat mengenaskan readerss :'(
Hampir aja titi nangis gara2 lihat nilai itu, maklum,, g pernah dapat nilai sejelek itu di B.Ing. Tapi, begitu lihat sekilas ke teman2, titi berusaha untuk tidak menangis dan tersenyum ke mereka (senyum juga dong ke sang Dosen tercinta). Sang dosen memberikan wejangan2.a yang bijak pada titi, layaknya seorang ibu yang memberikan nasehat pada anaknya. Titi hanya menganggukkan kepala dan tersenyum. After that, titi duduk.
Di tempat duduk,"ti, nilaimu bagus ya? kok senyum2?" tanya teman titi yang langsung titi jawab dengan gelengan kepala. Titi bergegas meninggalkan kelas.
Yang ada di pikiran titi adalah secepatnya pulang dan tiduuur. tapi, pas nyampe di halte buat nunggu Bis, titi mikir lagi,"kenapa nilai titi jelek ya??" mikir.a lama bangeeet,, akhirnya, tidak lama kemudian, ada beberapa konsep baru yang muncul (gaya lebainya: ada lampu yang menyala <tiiiing> disamping kepala titi :D)
kurang-lebihh, inilah alasan mengapa nilai titi jelek:
1. Malas. Titi orangnya memang malas, suka bangeeeet buat nunda2 pekerjaan. Nah, waktu mw UTS, titi suka nunda2 waktu belajarnya, akhirnya, esoknya mau UTS, malamnya baru titi blajar (SKS style). Gmana g jelek nilainya -_-
2. Anggap remeh. Ini nih virus berbahaya.a titi. Hati2 kalau mau dekat sama titi, jangan sampai terjangkit virus ini. hehe :D. Titi dari sononya Gara2 virus ini, titi g mw buka buku lagi, gara2 udh merasa "bisa". alhasil, merah juga kan nilanya.
selanjutnya, ini yang harus diingat:
1. Tetap bersyukur. Bad score kok malah bersyukur?. Tadi waktu turun tangga menuju ke halte, teman titi ngomong "apees, parah banget nilai guee.. aaaarrggh". Titi hanya diam, setelah dia mengeluarkan uneg2.a, titi langsung tanya, "emang nilai kamu brapa kawan??".
"**,* (disensor :D)" jawabnya.
"yah, bersyukur aja, setidaknya nilaimu masih lebih bagus daripada punya titi".
Readers, seburuk apapun nilai kita, pasti ada yang lebih buruk dari kita, seperti kata pepatah, diatas gunung masih ada gunung dan dibawah jurang, masih ada lembah. Kalo nilai kita yang paling terburuk? tetap bersyukur juga dong. skarang titi mau tanya, mau pilih yang mana, Allah mengambil nilai bagusmu atau Allah mengambil nafasmu? tentu saja kita akan memilih untuk memilih agar Allah mengambil nilai kita yang bagus (akhirnya nilai kita jelek). Bayangkan kalau Allah mengambil nafasmu? apa kamu sudah siap? Tapi, kalau Allah hanya mengambil nilai kita yang bagus, kita masih bisa untuk meraih kembali nilai bagus itu karena nafas kita belum diambil-Nya. Kalau kamu masih mau berkeluh kesah ttg nilaimu? percayalah, itu tidak ada artinya. keluh kesah tidak akan berguna untuk mengubah nilaimu menjadi lebih bagus. Tapi, coba deh tersenyum dan bersyukur, maka kamu akan ikhlas dan menjadikanmu InsyaALLAH semakin lebih baik dimasa yang akan datang.
2. Nilai Buruk ini adalah ujian. Yuupz,, benar skali, nilai buruk ini adalah ujian, Allah sedang menguji kita dengan nilai yang buruk ini. Allah sedang melihat langkah yang kita ambil untuk keluar dari ujian ini. jika kita berhasil keluar dari ujian ini dengan cara yang baik, InsyaALLAH, kita akan menjadi lebih baik dari kemarin. Bukankah adanya ujian adalah untuk menguji kita? dan jika lulus ujian dengan baik, kita pasti Naik kelas, dan jika naik kelas, berarti kita telah menjadi lebih baik bukan?? So, jika nilai buruk, percayalah ini adalah ujian dari Allah dan lewati ujian ini dengan baik
3. Jadikan nilai buruk ini sebagai "alarm" untuk lebih sukses. Kalau misalnya rasa malas menyerang, virus anggap remeh menerpa, ingatkan dirimu akan nilai buruk yang akan kamu dapat. Sehingga kamu akan tetap belajar dan berusaha untuk mendapat nilai yang lebih beik daripada nilai kemarin.
4. Terakhir nih. DOA. "manusia berusaha, Tuhan menentukkan". nggak mau kan kalo udah belajar mati2an, tapi nilainya jelek. Makanya berdoa. Ketika Tuhan berkehendak, tiada satupun yang impossible, Benar kan? Seimbangkan usaha dan doa, InsyaALLAH pasti sukses!!
Nah,, readersss.. sekian saja ya.. Moga menginspirasi tulisan kali ini.
U r special people..
SweetHug
MawarPutihTiti

Tidak ada komentar:
Posting Komentar