Aku duduk,
terdiam disini.
mulut ini terkunci rapat,
lidah kelu, terkilir dalam kegalauan perasaan yang menyiksa batin.
Pikiran ini menoleh sejenak ke belakang,
melihat dan mengamati apa yang telah terjadi
lengkap... sempurna...
semua bagian masa lalu itu terhampar indah,
bertambur warna yang menyenangkan mata.
Tunggu,,
lihatlah disudut sana,
ada bagian yang hilang,
bagian kosong yang berwarna hitam.
Gelap..Pekat..
Ingin ku berlari meninggalkan bagian itu,
dan menguburkannya dalam inti bumi yang terdalam.
merobeknya hingga menjadi serpihan kecil,
hingga tak kulihat lagi kekosongan itu.
Tapi tangan ini lemas,
bahkan untuk menyentuh bagian itupun tidak bisa,
pikiran ini mulai berlari,
jauh kebelakang,,
mencari sebab bagian yang kosong itu
Dan pikiran itu kembali ke masa kini,
dimasa sekarang ketika aku sedang duduk dan terdiam
membawa jawaban dari pertanyaan masa lalu
dan mengingatkanku pada janji yang dilisankan bibir
Yah, janji itu..
janji di saat-saat pertama bertemu
63 halaman untukmu,
yang belum bisa kuberikan saat ini.
Jangan marah padaku,
bukan karena aku lupa pada janji itu,
hanya karena kemalasan raga untuk bergerak
dan meluangkan sedikit waktu untuk menulisnya.
Jangan benci aku,
sebab kebencianmu akan menambah suram bagian kosong disana,
tapi tetaplah tersenyum ke arahku,
karena hanya senyumanmu lah yang bisa untuk mewarnai bagian itu,
mewarnainya dengan warna yang berbeda,
yang mungkin jauh lebih indah dan menarik.
@Aira's Home,
for my beloved Sister :)
terdiam disini.
mulut ini terkunci rapat,
lidah kelu, terkilir dalam kegalauan perasaan yang menyiksa batin.
Pikiran ini menoleh sejenak ke belakang,
melihat dan mengamati apa yang telah terjadi
lengkap... sempurna...
semua bagian masa lalu itu terhampar indah,
bertambur warna yang menyenangkan mata.
Tunggu,,
lihatlah disudut sana,
ada bagian yang hilang,
bagian kosong yang berwarna hitam.
Gelap..Pekat..
Ingin ku berlari meninggalkan bagian itu,
dan menguburkannya dalam inti bumi yang terdalam.
merobeknya hingga menjadi serpihan kecil,
hingga tak kulihat lagi kekosongan itu.
Tapi tangan ini lemas,
bahkan untuk menyentuh bagian itupun tidak bisa,
pikiran ini mulai berlari,
jauh kebelakang,,
mencari sebab bagian yang kosong itu
Dan pikiran itu kembali ke masa kini,
dimasa sekarang ketika aku sedang duduk dan terdiam
membawa jawaban dari pertanyaan masa lalu
dan mengingatkanku pada janji yang dilisankan bibir
Yah, janji itu..
janji di saat-saat pertama bertemu
63 halaman untukmu,
yang belum bisa kuberikan saat ini.
Jangan marah padaku,
bukan karena aku lupa pada janji itu,
hanya karena kemalasan raga untuk bergerak
dan meluangkan sedikit waktu untuk menulisnya.
Jangan benci aku,
sebab kebencianmu akan menambah suram bagian kosong disana,
tapi tetaplah tersenyum ke arahku,
karena hanya senyumanmu lah yang bisa untuk mewarnai bagian itu,
mewarnainya dengan warna yang berbeda,
yang mungkin jauh lebih indah dan menarik.
@Aira's Home,
for my beloved Sister :)
