1st night:
Jaket biru itu terbengkalai dalam pangkuan,
saat kusadari kendaraan yang kita tumpangi berhenti..
berhenti di tanjakan tajam menuju lembang.
Kaget, Panik...
Tak tahu harus berbuat apa..
"turun..turuun" Tiba-tiba suara itu terdengar. Membangunkan semua yang sedang asyik mengembara dalam dunia mimpinya. Ketegangan itu nampak saat menyadari bahwa bis ini berhenti di tengah tanjakan curam. Berbagai bayangan gelap sempat menghampiri pikiranku, namun kutepiskan dengan keyakinan pada-Nya bahwa apapun yang terjadi, itu yang akan terbaik.
Kuarahkan kaki ini menuju pintu bis. Jaket yang tadi kubiarkan tergeletak di bangku langsung ku angkat dan membungkus tubuh yang mulai dingin ini. Dan kini, aku telah berdiri di luar bis. "Subhanallah" kata itu terucap dari bibirku saat melihat pemandangan yang kini muncul dihadapanku. Lampu rumah penduduk yang berkilauan di bawah sana sanggup menghilangkan perhatianku dari bis yang mungkin mulai meluncur dengan mulus ke bawah. Namun Alhamdulillah bis yang kami tumpangi tidak sampai meluncur ke bawah, hanya bertengger dengan manis di tempatnya semula.
Akhwat-akhwat manis itu terlihat panik, sementara beberapa ikhwan yang kebetulan bersama kami mulai bergerak menurunkan satu per satu barang-barang yang kami taruh di dalam bis. Tak beberapa lama kemudian, semua barang telah dikeluarkan.
*Kalo ingat waktu pengambilan barang bawaan malam itu, seolah-olah aku adalah satu dari beberapa korban bencana yang sedang berebutan untuk mengambil bantuan makanan, soalnya rame banget sih :D
Langit masih gelap,dan bis itu masih setia terjaga di tempatnya. Bintang yang bersinar di langit pun (lebayy) seolah menjadi saksi perjalanan panjang kami menuju padepokan madani, tempat penginapan kami selama beberapa hari kedepan.
Aku jalan sama Milvah, anak Matematika 2011 asal Bengkulu. Awalnya kami mengira bahwa jarak antara tempat mogoknya bis dengan Padepokan Madani agak dekat, ternyata..... SANGAAAAAAT JAUH. Setiap kali aku bertanya kepada panitia "Kak, masih jauh ya?", mereka akan selalu menjawab "Nggak kok,udh lumayan dekat. Smangat ya Titi". Dan ternyata,, itu pembohongan,, tapi pembohongan yang asyik kok (Apa siih, gombal ya? XD)
Kami tiba di padepokan kurang lebih pukul 12 malam. Capek sekali, kaki ini terasa sudah remuk. Tak ada kekuatan untuk berjalan lagi. Padahal, masih harus menuruni beberapa tangga menuju kamar. Aku terduduk lemas di salah satu anak tangga, sementara Milvah sudah berjalan ke arah kamar, sepertinya dia sudah kelelahan sehingga ingin cepat-cepat tidur.
Aku masih beristirahat di salah satu anak tangga ketika beberapa panitia menghampiriku dan mengajakku untuk segera menuju kamar. Dengan mengucapkan Bismillah, aku segera bangkit dan berjalan menuju kamar dan istirahat.
*It's a hard day, But, Allah have a plan for me to be better through this way. Alhamdulillah :)
1st Day
Malam masih menyelimuti bumi,
Suara Bilal belum membahana membangunkan dunia,
Namun gemericik air sudah terdengar di tempat itu,
Seorang gadis manis sedang berwudhu..
Bersuci sebelum ibadah menghadap Rabbnya,
Saudara mereka yang lain sudah menunggu disana,
tak lama kemudian, gadis itu masuk menghampiri saudaranya.
Dia mengenakan mukena putihnya dengan anggun
Kemudian dengan jelas, suara lantang nan merdu memecah keheningan malam.
"ALLAHU AKBAR"
Qiyamul Lail dilaksanakan.
Aku terbangun, dan langsung melepas kaos kaki yang membungukus kakiku. Aku terbelalak melihat mereka (teman-teman) yang dengan khusyuknya sedang melaksanakan QL. Dengan agak terburu-buru, aku segera mengambil alat mandiku dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan berwudhu. Setelah itu, aku langsung kembali ke kamar dan membangunkan Milvah yang sepertinya sedang masih asyik berkelana di alam mimpinya. Setelah memastikan Milvah terbangun, aku langsung sholat bersama teman-teman yang lain.
Fajar telah menyingsing, dan pemandangan saat itu Subhanallah kerennya. Pemandangan yang jarang tuk aku jumpai di depok :D. Yah, pemandangan dikala fajar, disaat matahari belum tampak dan gelap telah berlalu.
| *Inilah fajar yang menyapa pagi pertama kami di lembang :) Subhanallah kan? "Maka Nikmat Tuhan Manakah yang Kamu Dustakan?" |
Setelah puas mengabadikan moment fajar (baca: foto2 narsis dengan background fajar yang keren), Kami langsung bergegas untuk melaksanakan olahraga. Sayangnya, aku telat datang pas Olahraga (maklum, i'm=Ms. late :D). Ketika aku datang, teman-teman sudah pada melingkar dan memperkenalkan dirinya masing-masing. Maklum, kami belum terlalu kenal satu sama lain. Mungkin karena beda jurusan dan jadwal kuliah yang berbeda sehingga menyebabkan kami tidak mengetahui satu sama lain. Ternyata, selain memperkenalkan diri, kami juga disuruh untuk mengatakan hal unik yang kami punya. Banyak sekali hal unik yang teman-teman punya dan membuatku tersenyum-senyum sendiri, misalnya saja Rani (anak Geo '11) yang takut kecoa, Desti (anak Farmasi '11) yang suaranya cempreng *ga beda sama aku kok, aku juga cempreng soalnya :D dan Ory, nama lengkapnya Oryza Sativa. Sepertinya aku pernah dengar nama itu deh, tapi nama itu ngga penting soalnya dia punya keunikan yang woooow banget, yaitu NGETREK (sejenis balap motor/bawa motor cepat)
| suasana perkenalan nama dan keunikan diri :D |
Agenda berikutnya adalah bersih-bersih (mandi). Tapi, karena aku sudah mandi tadi, jadi aku tidak usah mandi lagi, akhirnya aku tidur-tiduran aja sambil menunggu teman2 yang lain mandi. Setelah itu, kami sarapan bareng
*InsyaALLAH bersambung
kereeen.. aaa aku ga ikut OSIT! :'(
BalasHapus